Tata Cara Menggelar Aqiqah yang Disunahkan atas Kelahiran Bayi

16. Tata Cara Menggelar Aqiqah yang Disunahkan atas Kelahiran Bayi

Rizqina Aqiqah, wujud rasa syukur atas kelahiran Si Kecil untuk mendapat berkah. Bagaimana tata cara penerapannya? Kelahiran Si Kecil pasti membawa kebahagiaan, ya, Moms. 9 bulan di dalam kandungan, akhirnya dapat berjumpa buah hati.

 

Jauh hari saat sebelum hari lahir datang, ada baiknya Moms serta Dads mempersiapkan budget-nya. Bukan cuma buat anggaran kelahiran serta seluruh peralatan Si Kecil, sebab ada budget pula yang dikeluarkan untuk melaksanakan aqiqah.

 

Aqiqah bisa dimaksud sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran bayi. Rasa syukur tersebut diwujudkan dengan memotong kambing serta dibagikan kepada kerabat, tetangga, serta mereka yang memerlukan. Aqiqah sering diidentikan seperti pemotongan hewan kurban saat Idul Adha, tetapi pasti niat serta tata cara penerapannya ada perbedaan.

 

Alasan Menggunakan Jasa Layanan Paket Aqiqah & Catering Bogor

 

Berikut ini Tata Cara Aqiqah untuk Bayi

Segera pahami biar Moms dapat mempersiapkan waktu serta budget untuk menggelar aqiqah buat Si Kecil tercinta.

 

Aqiqah serta Hukumnya

Bersumber pada tafsir sebagian besar ulama yang dinilai sangat kuat, aqiqah hukumnya merupakan sunnah muakad. Aqiqah sebagai ibadah yang penting serta diutamakan. Apabila sanggup untuk melaksanakannya, orangtua sangat diajarkan untuk mengaqiqahi anaknya saat masih balita.

 

Tetapi tentu karena bukan wajib, maka untuk yang tidak sanggup buat melaksanakannya juga aqiqah boleh ditinggalkan tanpa berdosa.

 

Diriwayatkan Al-Hasan dari Sammuroh rodhiyallahu anhu, kalau Rasulullah bersabda “Seluruh anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelihkan pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, serta diberikan nama. “(HR Ahmad 20722, At-Turmudzi 1605 serta dinilai shahih oleh Al-Albani). Ini merupakan hadist yang sangat kuat tentang disyariatkannya aqiqah.

 

Syariat untuk melaksanakan aqiqah hanya bisa Moms temukan di hadist-hadist Nabi Muhammad SAW, serta tidak ditemukan di dalam ayat Al Quran. Walaupun tidak ada Al-Quran, Ustadz Aris Munandar membagikan uraian kalau seseorang muslim tidak membeda-bedakan ketentuan dalam Al Quran serta hadist sebab kita diperintahkan untuk taat kepada Nabi SAW sebagaimana kita taat kepada Allah serta ayat-ayat Al Quran.

 

Aqiqah jadi satu hal yang sangat familiar serta tidak terpisahkan di tengah-tengah kehidupan beragama kaum muslimin. Serta para ulama di masa salaf membenci serta tidak menyukai mereka yang dapat melaksanakan aqiqah tetapi meninggalkan syariat aqiqah, ucap Ustadz Aris Munandar.

 

Waktu yang pas untuk Aqiqah

Menilik dari hadist shahih tentang aqiqah di atas, waktu untuk melaksanakan aqiqah pada Si Kecil diajarkan pada hari ketujuh sehabis kelahirannya. Cara menghitung hari ketujuh merupakan dengan menyertakan hari kelahirannya. Misal, bila Si Kecil lahir di hari Senin, maka aqiqah bisa dilakukan di hari Minggu berikutnya.

 

Kemudian, bagaimana kalau tidak dapat melakukan aqiqah pas pada hari ketujuh? Apakah dapat di hari yang lain? Dalam suatu hadist dikatakan, “Penyembelihan hewan aqiqah dapat hari yang ke-7, hari ke-14, ataupun hari ke-21. “Hadist ini dianggap sebagai hadist yang shahih oleh sebagian ulama.

 

Tata cara aqiqah di hari ketujuh kelahiran memanglah bukan harga mati, ya, Moms. Hari ketujuh sehabis kelahiran dianggap sebagai saat yang sangat afdol. “Bila tidak membolehkan dilakukan pada hari tersebut sebab masih lelah serta tidak sempat mengurusnya, aqiqah dapat dilakukan di hari ke-14 ataupun ke-21. Bila masih tidak dapat juga, maka aqiqah bisa dilaksanakan kapan saja., “tambah Ustadz Aris Munandar.

 

Aqiqah Depok | Beberapa Saran dalam Memilih Jasa Aqiqah

 

Aqiqah bisa dilakukan hingga ada kemampuan, apalagi bila telah berusia sekalipun. Nabi SAW juga mengaqiqahi dirinya sendiri kala Dia sudah diutus jadi seseorang Nabi. Riwayat ini pula jadi dasar dibolehkannya seorang untuk mengaqiqahi dirinya sendiri apabila ibu dan bapaknya belum mengaqiqahi kala kecil ataupun tidak mempunyai kemampuan untuk itu..

 

Tata Cara Aqiqah Anak Laki-laki dan Perempuan

Saat sudah meniatkan untuk mengaqiqahi Si Kecil, terdapat hal yang perlu dicermati, paling utama untuk jumlah kambing yang hendak disembelih. Dari hadist diriwayatkan, “Siapa dari kamu yang suka menyembelih atas kelahiran anak maka lakukanlah, anak laki 2 ekor kambing yang cukup syarat, anak perempuan dengan satu ekor“ (HR Ahmad, Abu Dawun, An-Nasaa-i).

 

Sebetulnya tata cara penerapan aqiqah antara anak pria serta wanita sama saja. Hal yang membedakannya hanyalah pada jumlah hewan yang disembelih.

 

Pada anak laki-laki wajib berjumlah 2 ekor kambing yang sekufu ataupun keduanya mirip (sama umurnya, sama jenisnya, sama ukurannya). Bila tidak sama persis, paling tidak mendekati. Sebaliknya, buat anak perempuan jumlah hewan aqiqah hanya satu kambing saja.

 

Apakah boleh bila aqiqah tidak hanya hewan kambing?

Dari sabda Nabi, sudah jelas kalau hewan aqiqah merupakan kambing, bukan hewan yang lain. Mengikuti sunnah nabi, maka kambing merupakan salah satunya pilihan.

 

Setelah proses penyembelihan hewan aqiqah serta membagikannya ke sanak kerabat, tetangga, dan orang yang memerlukan, jangan lupa buat mencukur rambut Si Kecil serta memberikan nama yang baik sebagaimana sabda Nabi SAW.

 

Jasa Layanan Paket Aqiqah & Catering di Bekasi Terpercaya

 

Membagikan Aqiqah, Bolehkan Daging Mentah?

Saat ini, kita banyak menjumpai, ya, Moms, tempat-tempat penyembelihan hewan aqiqah yang sekalian memasak serta membuat hantaran berbentuk nasi kotak dengan bermacam lauk kambingnya. Hal ini sangat instan serta tidak menyita waktu Moms buat mempersiapkannya. Serta seperti halnya dalam berkurban, pihak keluarga juga diperkenankan untuk makan daging aqiqah.

 

Walaupun tidak biasa, tetapi nyatanya hasil sembelihan aqiqah juga bisa diberikan dalam keadaan mentah. Memberikan aqiqah dalam keadaan daging mentah dipaparkan oleh Imam Ibu Baz sebagai berikut:

 

Aqiqah yang cocok syariat serta yang dianjurkan dalam sunah sahih dari Rasulullah shallallahu‘ alaihi wa sallam merupakan hewan yang disembelih buat kelahiran anak pada hari ketujuh. 2 ekor kambing buat anak laki-laki serta seekor kambing untuk anak perempuan.

 

Serta Nabi shallallahu‘ alaihi wa sallam sudah mengaqiqahi Hasan serta Husain radhiyallahu‘ anhu. Serta sohibul aqiqah boleh memilih, boleh membaginya dalam wujud daging (mentah) kepada para saudara, kawan atau orang miskin.

 

Dapat pula dia masak, setelah itu mengundang saudara, tetangga, ataupun orang miskin yang dia inginkan. (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 4/ 262). Nah, sudah mengerti kan saat ini tentang cara cara menyelenggarakan aqiqah untuk balita tercinta?

 

Nyari Jasa Aqiqah Jakarta Timur? Cobain dulu di Alfalah Aqiqah

Rizqina Aqiqah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *