Menghindarkan Anak dari Musibah & Kehancuran dengan Beraqiqah

Menghindarkan Anak dari Musibah & Kehancuran dengan Beraqiqah

Definisi Aqiqah

Aqiqah berarti menyembelih kambing pada hari ketujuh kelahiran seseorang anak. Menurut bahasa, Aqiqah berarti pemotongan. Hukumnya sunah muakadah bagi mereka yang mampu, bahkan sebagian ulama menyatakan wajib.

 

Syariat Aqiqah

 

Di Indonesia, hewan Aqiqah yang disembelih biasanya kambing atau domba.

 

Imam Ahmad dan Tirmidzi meriwayatkan dari Ummu Karaz Al Kabiyah bahwa ia bertanya kepada rasulullah tentang Aqiqah. Dia bersabda, Bagi anak laki-laki disembelihkan dua ekor kambing dan bagi anak perempuan disembelihkan satu ekor, dan tidak akan membahayakan kamu sekalian, apakah jantan atau betina.

Aqiqah Depok | Beberapa Saran dalam Memilih Jasa Aqiqah

 

Bisa disimpulkan bahwa jika seseorang berkemampuan untuk menyembelih 2 ekor kambing bagi Aqiqah anak laki-lakinya, maka sebaiknya ia melakukannya, tetapi jika tidak mampu maka 1 ekor kambing untuk Aqiqah anak laki-lakinya juga diperbolehkan dan mendapat pahala.

 

Kata Aqiqah berasal dari bahasa Arab. Secara etimologi, ia berarti memutus. Aqqa wilidayhi, artinya jika ia memutus keduanya. Dalam istilah, Aqiqah berarti menyembelih kambing pada hari ketujuh sebagai ungkapan rasa syukur atas rahmat Allah SWT berupa kelahiran seorang anak.

 

Aqiqah merupakan salah satu hal yang disyariatkan dalam agama Islam. Dalil-dalil yang menyatakan hal ini, di antaranya, adalah hadis Rasulullah, Setiap anak tertuntut dengan Aqiqahnya? Ada hadis lain yang menyatakan, Anak laki-laki sedang anak perempuan dengan 1 ekor kambing? Status hukum Aqiqah adalah sunah.

 

Hal tersebut sesuai dengan pandangan mayoritas ulama, seperti Imam Syafii, Imam Ahmad dan Imam Malik, dengan berdasarkan dalil di atas. Para ulama itu tidak sependapat dengan yang mengatakan wajib, dengan menyatakan bahwa seandainya Aqiqah wajib, maka kewajiban tersebut menjadi suatu hal yang sangat diketahui oleh agama, dan seandainya Aqiqah wajib, maka rasulullah  juga pasti telah menerangkan akan kewajiban tersebut.

 

Tata Cara Menggelar Aqiqah yang Disunahkan atas Kelahiran Bayi

 

Hukum Aqiqah adalah Wajib

Beberapa ulama seperti Imam Hasan Al-Bashri, juga Imam Laits, berpendapat bahwa hukum Aqiqah adalah wajib. Pendapat ini berdasarkan atas salah satu hadis di atas, Kullu ghulamin murtahanun bi aqiqatihi, mereka berpendapat bahwa hadis ini menunjukkan dalil wajibnya Aqiqah dan menafsirkan hadis ini bahwa seorang anak tertahan syafaatnya bagi orang tuanya hingga ia diaqiqahi.

 

Ada juga sebagian ulama yang mengingkari disyariatkannya Aqiqah, tetapi pendapat ini tidak berdasar sama sekali. Dengan demikian, pendapat mayoritas ulama lebih utama untuk diterima karena dalil-dalilnya, bahwa Aqiqah adalah sunah.

 

Bagi seorang ayah yang mampu hendaknya menghidupkan sunah ini hingga ia mendapat pahala. Dengan syariat ini, ia dapat berpartisipasi dalam menyebarkan rasa cinta di masyarakat dengan mengundang para tetangga dalam walimah Aqiqah tersebut.

 

Mengenai kapan Aqiqah dilaksanakan, rasulullah  bersabda, Seorang anak tertahan hingga ia diAqiqahi, yang disembelih pada hari ketujuh dari kelahirannya dan diberi nama pada waktu itu? Hadis ini menerangkan bahwa Aqiqah mendapatkan kesunahan jika disembelih pada hari ketujuh.

 

Sayyidah Aisyah ra dan Imam Ahmad berpendapat bahwa Aqiqah bisa disembelih pada hari ketujuh, atau hari keempat belas ataupun hari keduapuluh satu. Sedangkan Imam Malik berpendapat bahwa sembelihan Aqiqah pada hari ketujuh hanya sekadar sunah, jika Aqiqah disembelih pada hari keempat, atau kedelapan ataupun kesepuluh ataupun sesudahnya maka hal itu dibolehkan.

 

Aqiqah Dilakukan Pada Hari Ketujuh

Menurut penulis, jika seorang ayah mampu untuk menyembelih Aqiqah pada hari ketujuh, maka sebaiknya ia menyembelihnya pada hari tersebut. Namun, jika ia tidak mampu pada hari tersebut, maka boleh baginya untuk menyembelihnya pada waktu kapan saja.

 

Aqiqah anak laki-laki berbeda dengan Aqiqah anak perempuan. Ini merupakan pendapat mayoritas ulama, sesuai hadis yang telah kami sampaikan di atas. Sedangkan Imam Malik berpendapat bahwa Aqiqah anak laki-laki sama dengan Aqiqah anak perempuan, yaitu sama-sama 1 ekor kambing. Pendapat ini berdasarkan riwayat bahwa rasulullah  mengaqikahi Hasan dengan 1 ekor kambing, dan Husein dengan 1 ekor kambing.

Tips Menghemat Biaya Aqiqah untuk Momen Bahagia si Buah Hati

 

Bisa disimpulkan bahwa jika seseorang berkemampuan untuk menyembelih 2 ekor kambing bagi Aqiqah anak laki-lakinya, maka sebaiknya ia melakukannya, tetapi jika tidak mampu maka 1 ekor kambing untuk Aqiqah anak laki-lakinya juga diperbolehkan dan mendapat pahala.

 

Mungkin akan timbul pertanyaan, mengapa agama Islam membedakan antara Aqiqah anak laki-laki dan anak perempuan, maka jawabannya adalah bahwa seorang muslim, ia berserah diri sepenuhnya pada perintah Allah SWT, meskipun ia tidak tahu hikmah akan perintah tersebut, karena akal manusia terbatas.

 

Barangkali juga bisa diambil hikmahnya yaitu untuk memperlihatkan kelebihan seorang laki-laki dari segi kekuatan jasmani, juga dari segi kepemimpinannya (qawwamah) dalam suatu rumah tangga.

 

Perbedaan lain antara Aqiqah dengan Kurban

Dalam penyembelihan Aqiqah, banyak hal yang perlu diperhatikan, di antaranya, sebaiknya tidak mematahkan tulang dari sembelihan Aqiqah tersebut, dengan hikmah tafaul akan keselamatan tubuh dan anggota badan anak tersebut. Aqiqah sah jika memenuhi syarat seperti syarat hewan kurban, yaitu tidak cacat dan memasuki usia yang telah disyaratkan oleh agama Islam.

 

Seperti dalam definisi tersebut di atas, bahwa Aqiqah adalah menyembelih kambing pada hari ketujuh semenjak kelahiran seorang anak, sebagai rasa syukur kepada Allah. Tetapi boleh juga mengganti kambing dengan unta ataupun sapi dengan syarat unta atau sapi tersebut hanya untuk satu anak saja, tidak seperti kurban yang mana dibolehkan untuk 7 orang. Tetapi, sebagian ulama berpendapat bahwa Aqiqah hanya boleh dengan menggunakan kambing saja, sesuai dalil-dalil yang datang dari Rasulullah .

 

Ada perbedaan lain antara Aqiqah dengan kurban, kalau daging kurban dibagi-bagikan dalam keadaan mentah, sedangkan Aqiqah dibagi-bagikan dalam keadaan matang. Hikmah syariat Aqiqah yakni dengan Aqiqah, timbullah rasa kasih sayang di masyarakat karena mereka berkumpul dalam satu walimah sebagai tanda rasa syukur kepada Allah SWT.

 

Dengan Aqiqah pula, berarti bebaslah tali belenggu yang menghalangi seorang anak untuk memberikan syafaat pada orang tuanya, dan lebih dari itu semua, bahwasanya Aqiqah adalah menjalankan syiar Islam.

 

Aqiqah Jakarta, Ketentuan Utama dan Sah Aqiqah Anak Perempuan

 

Hikmah Aqiqah

Menurut Drs. Zaki Ahmad dalam bukunya Kiat Membina Anak Sholeh disebutkan manfaat-manfaat yang akan didapat dengan berAqiqah, di antaranya:

  • Membebaskan anak dari ketergadaian
  • Pembelaan orang tua pada hari kemudian
  • Menghindarkan anak dari musibah dan kehancuran, sebagaimana pengorbanan Nabi Ismail dan Ibrahim
  • Pembayaran hutang orang tua kepada anaknya
  • Pengungkapan rasa gembira demi tegaknya Islam dan keluarnya keturunan yang di kemudian hari akan memperbanyak umat Nabi Muhammad
  • Memperkuat tali silahturahmi di antara anggota masyarakat dalam menyambut kedatangan anak yang baru lahir
  • Sumber jaminan sosial dan menghapus kemiskinan di masyarakat
  • Melepaskan bayi dari godaan setan dalam urusan dunia dan akhirat

 

Syarat Aqiqah

Hewan dari jenis kibsy nan sehat umur minimal setengah tahun dan kambing jawa minimal satu tahun. Untuk anak laki-laki dua ekor, dan untuk anak perempuan satu ekor, tetapi jika tidak mampu maka 1 ekor kambing untuk Aqiqah anak laki-lakinya juga diperbolehkan dan mendapat pahala.

Rizqina Aqiqah

1 tanggapan pada “Menghindarkan Anak dari Musibah & Kehancuran dengan Beraqiqah”

  1. Pingback: Tips Aqiqah Jaman Now, Mending Pakai Jasa Aqiqah Lebih Hemat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *